Makalah sederhana Pemeriksaan Myelografi

Posted by erlhank On Senin, 11 Februari 2013 0 komentar

TEKNIK PEMERIKSAAN MYELOGRAFI

1. PENGERTIAN MYELOGARAFI
Myelografi adalah pemeriksaan secara radiologis dari medulla spinalis dengan menyuntikan media kontras positif ke dalam ruang sub arakhnoid. Tujuan pemeriksaan myelografi untuk memperlihatkan kelainan-kelainan pada :
• Ruang sub arakhnoid
• Syaraf perifer
• Medulla spinalis

2. TEKNIK PEMERIKSAAN MYELOGRAFI
1) Tepi atas os illeum ditarik garis lurus ke arah tulang belakang kemudian di desinfektan ( dari sentarl ke luar ) dengan menggunakan alkohol kemudian betadine.
2) Setelah kering dicari diskus intervertebralis lumbal 3 – 4, ditusuk dengan jarum fungsi sampai keluar liquor cerebru spinalis (LCS).
3) Kemudian dimasukkan media kontras 10 – 12 cc tergantung dengan kondisi pasien yang diperiksa
Yang harus diperhatikan : kesterilan alat tusuk, daerah yang ditusuk, media kontras yang hendak dimasukkan.
3. INDIKASI
1) Tumor Ekstra dural, intra dural yang terbagi atas medullar, ekstra medullar.
2) Pecahan tulang
3) Bengkak karena luka trauma
4) Hernia Nukleus Pulposus ( HNP ), yaitu suatu keadaan di mana terjadi penonjolan diskus intervertebralis ke arah posterior.
5) Tumor sekunder ( metastease )

4. KONTRA INDIKASI
1) Tekanan intra fena kranial meninggi
2) Infeksi pada daerah tusukan
3) Alergi terhadap bahan kontras
4) Kesadaran menurun
5) LCS bercampur darah

5. PROSEDUR PEMERIKSAAN
A. Persiapan Pasien
a. Jika pasien wanita, tanyakan apakah pasien hamil.
b. Tanyakan apakah pasien mengkonsumsi obat-obatan sebelumnya.
c. Tanyakan apakah pasien mempunyai riwayat asma.
d. Penandatanganan informed consent.
e. Melepaskan benda-benda logam pada daerah yang akan diperiksa.
f. Pasien puasa: selama 5 jam sebelum pemeriksaan.
g. Pasien diberi penjelasan tentang prosedur pemeriksaan.
h. Dibuat plain foto posisi AP dan lateral pada daerah yang akan diperiksa.
Premedikasi : diberikan obat sedatif, yaitu kombinasi dari 10 mg Drop ridol & 0,15 mg
B. Persiapan Alat Dan Bahan
a. Pesawat sinar X
b. Kaset yang berisi film
c. Marker L dan R
d. Baju penderita dan duk lobang steril
e. Spuit 10 ml dan 20 ml
f. Jarum spina beberapa ukuran
g. Kasa steril
h. Kapas steril
i. Alkohol
j. Yodium ( Betadine )
k. Media kontras yang digunakan
l. Obat anti hestamin
m. Konrentan
n. Kergaji ampul
o. Gunting dan plester
p. Tensimeter, thermometer

C. Proyeksi Pemotretan
Myelografi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik radiografi konvensional ataupun dengan fluoroskapi. Sebelum pemeriksaan myelografi dilakukan dibuat terlebih dahulu foto pendahuluan ( polos ) dari vertebre dengan proyeksi AP dan lateral. Apabila foto pendahuluan taelah baik / informatif yang dinyatakan oleh radiolog, pemeriksaan diteruskan dengan penyuntikkan media kontras.
Pengambilan foto setelah pemasukkan media kontras tergantung klinis penderita dan permintaan dokter pengirim.
1. Proyeksi Lateral
• Tujuan : untuk melihat kedalaman jarum yang menusuk ke dalam diskus intervertebralis menembus Medula Spinallis
• Posisi Pasien : Pasien lateral recumbent, kepala di atas bantal, knee fleksi, di bawah knee dan ankle diberi pengganjal.
• Posisi Obyek : Atur MSP tegak lurus kaset/meja pemeriksaan (jika pakai buki),pelvis dan tarsal true lateral,letakkan pengganjal yang radiolussent di bawah pinggang agar vertebra lumbal sejajar pada meja (palpasi prosessus spinosus).
• FFD : 100 cm
• CR : Tegak lurus kaset
• CP : Setinggi L3 (palpasi lower costal margin/4 cm di atas cristailiaka)
Eksposi : Ekspirasi tahan nafas
Kriteria :
a) Tampak gambaran jarum yang menusuk bagian diskus intervertebralcontras dan menembus Medula Spinallis
b) Tampak gambaran Medula Spinallis telah terisi zat contras.Tampak foramen intervertebralis L1 – L4, Corpus vertebrae, space intervertebrae, prosessus spinosus tidak ada

2. Proyeksi Antero Posterior(AP)
• Tujuan : Untuk melihat zat contas yang telah terisi contras media
• Posisi Pasien : Pasien tidur supine, kepala di atas bantal, knee fleksi.
• Posisi Obyek :Atur MSP tegak lurus kaset/meja pemeriksaan (jika pakai buki),letakkan kedua tangan diatas dada,tidak ada rotasi tarsal / pelvis.
• FFD : 100 cm
• CR : Tegak lurus kaset
• CP : a) Setinggi Krista iliaka (interspace L4-L5) untuk memperlihatkan lumbal sacrum dan posterior Cocygeus.
b).Setinggi L3 (palpasi lower costal margin/4 cm di atas crista iliaka) untuk memperlihatkan lumbal.
Eksposi : Ekspirasi tahan nafas.
Kriteria :
Tampak vertebra lumbal, space intervertebra, prosessus spinosus dalam satu garis pada vertebra, prosessus transversus kanan dan kiri berjarak sama.



Semoga artikel Makalah sederhana Pemeriksaan Myelografi bermanfaat bagi Anda.

Jika artikel ini bermanfaat,bagikan kepada rekan melalui:

Poskan Komentar